Institución Universitaria Pascual Bravo
Resultados para: ""

PGRI dan Dinamika Peran Guru di Era Kontemporer

Publicado: febrero 10, 2026

Di era kontemporer, peran guru telah bergeser dari sekadar «sumber pengetahuan tunggal» menjadi fasilitator, kurator, dan mentor mental. Di tengah disrupsi teknologi dan perubahan sosiopolitik yang cepat, PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) hadir sebagai navigasi agar guru tidak kehilangan arah di tengah gelombang modernitas.

Berikut adalah peran strategis PGRI dalam mengawal dinamika guru di era sekarang:


1. Menjaga Relevansi Guru di Tengah Kecerdasan Buatan (AI)

Era kontemporer ditandai dengan kehadiran AI (seperti ChatGPT atau Gemini) yang bisa menjawab pertanyaan teknis lebih cepat dari manusia.

2. Perlindungan Guru dari Fenomena Kriminalisasi Modern

Di era media sosial, tindakan guru di kelas sangat mudah menjadi viral dan disalahartikan oleh publik atau wali murid.


3. Menghadapi Beban Administrasi Digital (Technostress)

Guru era kontemporer sering kali mengalami stres bukan karena mengajar, melainkan karena tumpukan laporan di berbagai platform digital.

4. Perekat Solidaritas di Tengah Fragmentasi Status

Dinamika status kepegawaian (ASN, PPPK, Honorer) seringkali menciptakan kasta di lingkungan sekolah.


Tabel: Pergeseran Peran Guru & Intervensi PGRI

Aspek Peran Tradisional Dinamika Kontemporer Peran Strategis PGRI
Sumber Ilmu Satu-satunya pemberi info. Kurator informasi (Filter). Pelatihan literasi digital & AI.
Metode Ceramah searah. Kolaborasi & Problem Solving. Forum berbagi praktik baik (Kombel).
Keamanan Otoritas penuh di kelas. Rentan laporan hukum/viral. Pendampingan LKBH & Kode Etik.
Status Relatif homogen (PNS). Beragam (ASN, PPPK, Honorer). Advokasi kesetaraan hak & status.

Kesimpulan

Di era kontemporer, guru dituntut untuk menjadi «pembelajar sepanjang hayat» yang lincah. PGRI memastikan bahwa dalam proses adaptasi tersebut, guru tidak dibiarkan berjuang sendirian. PGRI adalah sistem pendukung yang menjaga agar guru tetap bermartabat secara hukum, sejahtera secara ekonomi, dan relevan secara intelektual.

Compartir

También te puede interesar

Todos los artículos