Berikut adalah peran strategis PGRI dalam mengawal dinamika guru di era sekarang:
1. Menjaga Relevansi Guru di Tengah Kecerdasan Buatan (AI)
Era kontemporer ditandai dengan kehadiran AI (seperti ChatGPT atau Gemini) yang bisa menjawab pertanyaan teknis lebih cepat dari manusia.
-
Penekanan pada «High Touch»: PGRI mengingatkan sistem pendidikan bahwa secanggih apa pun algoritma, ia tidak bisa memberikan empati, bimbingan moral, dan inspirasi—inilah benteng terakhir peran guru yang diperjuangkan PGRI.
2. Perlindungan Guru dari Fenomena Kriminalisasi Modern
Di era media sosial, tindakan guru di kelas sangat mudah menjadi viral dan disalahartikan oleh publik atau wali murid.
-
Standarisasi Disiplin: PGRI membantu merumuskan batas-batas tegas antara tindakan pendisiplinan yang mendidik dengan kekerasan, sehingga guru memiliki standar operasional yang aman di era yang sangat sensitif ini.
3. Menghadapi Beban Administrasi Digital (Technostress)
Guru era kontemporer sering kali mengalami stres bukan karena mengajar, melainkan karena tumpukan laporan di berbagai platform digital.
-
Kesehatan Mental: PGRI mulai berperan aktif menyuarakan pentingnya kesejahteraan psikologis guru (well-being) sebagai bagian dari stabilitas pendidikan nasional.
4. Perekat Solidaritas di Tengah Fragmentasi Status
Dinamika status kepegawaian (ASN, PPPK, Honorer) seringkali menciptakan kasta di lingkungan sekolah.
-
Netralitas Politik: Di tengah polarisasi politik, PGRI menjaga guru agar tetap profesional dan tidak terseret dalam arus politik praktis yang dapat memecah belah keharmonisan sekolah.
Tabel: Pergeseran Peran Guru & Intervensi PGRI
| Aspek | Peran Tradisional | Dinamika Kontemporer | Peran Strategis PGRI |
| Sumber Ilmu | Satu-satunya pemberi info. | Kurator informasi (Filter). | Pelatihan literasi digital & AI. |
| Metode | Ceramah searah. | Kolaborasi & Problem Solving. | Forum berbagi praktik baik (Kombel). |
| Keamanan | Otoritas penuh di kelas. | Rentan laporan hukum/viral. | Pendampingan LKBH & Kode Etik. |
| Status | Relatif homogen (PNS). | Beragam (ASN, PPPK, Honorer). | Advokasi kesetaraan hak & status. |
Kesimpulan
Di era kontemporer, guru dituntut untuk menjadi «pembelajar sepanjang hayat» yang lincah. PGRI memastikan bahwa dalam proses adaptasi tersebut, guru tidak dibiarkan berjuang sendirian. PGRI adalah sistem pendukung yang menjaga agar guru tetap bermartabat secara hukum, sejahtera secara ekonomi, dan relevan secara intelektual.

